Selasa, 21 Oktober 2025
Pustakawan sebagai Pengelola Pengetahuan
Transformasi digital membawa perubahan besar dalam sistem pengelolaan koleksi. Kini, pustakawan terlibat aktif dalam pengembangan repository institusi, e-journal, dan database ilmiah daring yang dapat diakses 24 jam.
Pustakawan juga terlibat dalam pengelolaan metadata, digitalisasi karya ilmiah, serta pelatihan penggunaan software sitasi dan manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero hal-hal yang kini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dan dosen.
Lebih dari sekadar menjaga koleksi, pustakawan menjadi fasilitator literasi informasi, membantu pengguna memahami bagaimana mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Kegiatan seperti “Workshop Penelusuran Jurnal Internasional” atau “Kelas Literasi Digital Mahasiswa Baru” kini menjadi program rutin di berbagai perpustakaan perguruan tinggi.
Menjembatani Generasi Digital
Dengan pemahaman teknologi dan komunikasi yang baik, pustakawan menjadi figur yang mampu membimbing mahasiswa agar tidak terjebak dalam informasi palsu atau sumber tidak kredibel di internet.
Banyak perpustakaan kini menyediakan layanan konsultasi daring, panduan video, dan pelatihan berbasis e-learning yang dapat diakses dari mana pun.
Perpustakaan yang aktif berinovasi dengan dukungan pustakawan profesional akan terus menjadi pusat pengetahuan yang hidup tempat di mana teknologi dan kemanusiaan bertemu untuk membangun masa depan pendidikan yang lebih cerdas dan beretika.