Tag Archives: Media

KEBUDAYAAN

No. 06 Volume IV Edisi Nov – Des 2017

Media Kebudayaan Volume IV ini memiliki topik-topik yang sangat menarik untuk dibaca, yaitu tentang Pinisi, Seni Pembuatan Perahu Tradisional Asli Sulawesi Selatan diakui UNESCO ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Penetapan Pinisi: Art of Boatbuilding in South Sulawesi ke dalam warisan budaya Takbenda UNESCO merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap arti penting pengetahuan akan teknik perkapalan tradisional yang dimiliki oleh nenek moyang bangsa Indonesia yang diturunkan dari generasi ke generasi dan yang masih berkembang sampai hari ini. Bukan hanya berupa teknik pembuatan kapal, namun kearifan-kearifan yang berada di dalamnya. Konon, nama Pinisi diambil dari nama sebuah kota di Italia yaitu Venezia, yang menjadi bandar terkemuka di kawasan Laut Tengah yang banyak disinggahi kapal dari berbagai penjuru dunia pada masa lampau. Ada dua versi mengenai sejarah Pinisi, versi pertama menyebutkan kapal Pinisi dibuat oleh Martin Perrot, seorang keturunan Perancis-Jerman yang melarikan diri ke Kuala Trengganu. Versi lainnya merunut kepada cerita di dalam naskah Lontara La Galigo, yang mengatakan kapal Pinisi pertama sudah ada sejak abad ke-14 dan dibuat oleh putra mahkota Kerajaan Luwu, Sawerigading, untuk digunakan berlayar menuju Tiongkok. Artikel selengkapnya dapat dibaca di ruang Referensi lantai 3 UPT. Perpustakaan Universitas Bengkulu.

MEDIA BPP (BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN)

Media BPP (Badan Penelitian dan Pengembangan) merupakan terbitan dari Kementrian Dalam Negeri. BPP Kemendagri telah banyak menyusun program kerja ke depan selama satu tahun. Ragam kegiatan kelitbangan telah banyak dilakukan oleh Puslitbang Kemendargri dalam kajian dan penelitian mengenai Pemerintahan Dalam Negeri. edisi kali ini menyajikan laporan utama seperti Sesuai Di Program, Tak Royal di Pendanaan. Beragam program yang telah dijalankan BPP Kemendagri pada 2017 sudah dilakukan hingga menuai ragam apresiasi baik dari Menteri Dalam Negeri maupun dari Pemerintahan Daerah. BPP dinilai kian fokus dalam menajalankan program-program yang dibutuhkan. Namun hadirnya program-program tersebut tak berbanding lurus dengan anggaran yang dialokasikan setiap tahun. Lembaga riset tersebut selalu mendapat selalu mendapat dana terkecil jika dibanding komponen lainnya di KEMENDAGRI. Walaupun Badan Penelitian dan Pengembangan seharusnya diperankan sebagai ujung tombak Kementrian Dalam Negeri dalam perumusan kebijakan guna menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

Majalah ini dapat dibaca oeh pemustaka di lantai 3 UPT. Perpustakaan Universitas Bengkulu

BULETIN PARLEMENTARIA

Nomor 997/I/III/2018 Maret 2018

Topik utama yang dibahas kali ini yaitu DPR RI Bambang Soesatyo beserta Menteri Sosial Idrus Marham mengunjungi dan melihat langsung lokasi bencana serta kondisi masyarakat yang terkena musibah tanah longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Berdasarkan data korban terakhir, korban meninggal yaitu berjumlah 11 orang, 7 hilang, 12 luka-luka, 642 orang mengungsi di desa capar, 196 orang mengungsi di Desa Pasir Panjang dan 36 rumah rusak berat. Atas kejadian tersebut keduanya juga memberikan bantuan sosial sebesar Rp 1,6 miliar yang diterima langsung oleh korban. selain memberikan bantuan, keduanya juga memberikan empati dan semangat kepada saudara-saudara yang terkena musibah. Fungsi DPR RI sebagai lembaga legislatif yaitu memastikan eksekutif dalam hal ini yang diwakili Kementerian Sosial bisa segera melakukan langkah-langkah penanganan bencana. Kenaikan BBM Harus Ditolak. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan pemerintah seharusnya tidak menaikkan harga BBM nonsubsidi di tengah isi daya beli masyarakat yang semakin menurun. Kenaikan BBM ini harus diprotes karena pemerintah tidk mampu memberikan suatu kemudahan dan fasilitas kepada rakyat terkait dengan BBM. Terhtung sejak Februari Pertamina menaikkan harga minyak nonsubsidi seperti Pertamax, Dexlite maupun Pertalite sekitar Rp 300 untuk Wilayah Jawa dan Bali sedangkan di luar wilayah tersebut kenaikannya beragam. Misalnya harga Pertamax di Jakarta naik menjadi Rp 8.900, Dexlite naik dari Rp 7.500 menjadi Rp 8.100 per liter.

Topik lainnya dapat dibaca pemustaka ketika berkunjung ke UPT. Perpustakaan Universitas Bengkulu. Buletin ini tersedia di Ruang Referensi lantai 3. Selamat Membaca.

BULETIN PARLEMENTARIA

Nomor 995/III/II/2018
Februari 2018

Edisi Buletin Parlementaria Nomor 995 kali ini membahas tentang (1) Peresmian Klinik e-Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN) oleh DPR dan KPK. Peresmian klinik e-LHKPN adalah bagian dari komitmen DPR terhadap pemberantasan korupsi sekaligus bukti adanya sinergi antara DPR dan KPK. Menurut Bamsoet tujuannya untuk mempermudah para anggota DPR yang pada awal jabatan sudah melaporkan harta kekayaan pada KPK, kemudian pada perjalanannya selama 5 tahun ada perubahan-perubahan. Hal tersebut juga memberikan kesadaran bahwa melaporkan kekayaan merupakan salah satu tindak pencegahan korupsi di lingkungan legislatif.  (2) DPR Butuh Kritik. Derasnya kecaman ke DPR dengan disahkannya revisi UU MD3 diantaranya DPR ditiduh anti kritik, dan menghambat demokrasi serta mengurangi kontrol masyarakat kepada DPR. Dalam pidatonya ketua DPR menanggapi bahwa DPR butuh kritik, bahkan kalimat “Kami Butuh Kritik” terpampang di layar sidang paripurna. DPR senantiasa memperhatikan aspirasi dan masukan masyarakat yang sifatnya membangun. Besarnya perhatian atas kritik masyarakat tersebut, Ketua DPR mengisyaratkan akan diadakannya lomba kritik dengan mengundang para pihak termasuk pakar menilai kritik-kritik yang disampaikan.

Topik-topik didalam Buletin Parlementaria lainnya dapat dibaca Pemustaka di Ruang Referensi UPT. Perpustakaan Universitas Bengkulu.

 

 

 

MEDIA DIRGANTARA

Volume 12 Nomor 2 Desember 2017
ISSN : 1907-6169

Media Dirgantara adalah majalah ilmiah populer yang ditulis dalam bahasa Indonesia untuk memasyarakatkan perkembangan iptek dirgantara secara nasional. Media Dirgantara edisi kali ini memberi titik berat kepada masalah teknologi seperti (1) Penerapan Serat Optik pada Pesawat Udara. Serat optik pertama kali ditemukan tahun 1930 dan mengalami perkembangan di Amerika, Eropa bahkan Jepang. Aplikasi serat optik di industri penerbangan dan pertahanan keamanan dirgantara banyak terdapat pada sistem Aviation Electronic (Avionic) yang terdiri atas sistem Kontrol Fly-By-Light (FBL) dan sensor. Komponen opto-elektronik ini memiliki keunggulan pada data yang besar,
kerugian sinyal yang kecil, keamanan yang besar dari bahaya percikan api dan bebas dari pengaruh gelombang elektromagnetik. Karena keunggulan tersebut tentara US segera mengembangkan fiber optik untuk komunikasi dan sistem taktis. (2) Pemantauan Suhu Permukaan Laut dengan Sensor Advanced Microwave Scanning Radiometer-2 (AMSR-2). Teknologi satelit memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran Suhu Permukaan Laut (SPL) dengan lebih cepat dan cakupan yang luas. Metode menentukan SPL dari satelit penginderaan jauh mencakup sensor optik (kanal inframerah termal) dan microwave. keterbatasan utama menggunakan sensor optik adalah tutupan awan terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

Adapun artikel lainnya dapat dibaca pemustaka di ruang Referensi UPT. Perpustakaan UNIB.

Selamat Membaca.