tiga bandara terpaksa ditutup sementara akibat letusan Gunung Kelud

Jakarta (Antara) – Sebanyak tiga bandara terpaksa ditutup sementara akibat letusan Gunung Kelud, Jawa Timur, yang menyemburkan hujan abu dan menutup jarak pandang yang ideal sehingga mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah, Jumat pagi.

“Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adisumarmo Surakarta, Bandara Adisucipto Yogyakarta untuk sementara ditutup karena terdampak hujan abu Gunung Kelud,” kata Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut data BNPB, hujan abu masih tersebar di beragam daerah seperti Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo, Temanggung, dan Purwokerto

 

Sebagaimana diberitakan, Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Jumat, ditutup total akibat hujan abu dari letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur.

“Sejak penerbangan pertama tadi sekitar pukul 05.55 WIB, seluruh aktivitas penerbangan ditutup total,” kata Humas PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Faizal Indra.

Menurut dia, alasan penutupan karena hujan abu yang cukup tebal di Yogyakarta dan sekitarnya sehingga jarak pandang pilot hanya 200 meter dan ini sangat berbahaya karena jarak pandang ideal seharusnya 2.000 meter,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari operator maskapai penerbangan, abu vulkanik ini juga dapat merusak mesin pesawat.

Sementara di Surabaya dilaporkan sebanyak lima penerbangan pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo tertunda akibat landasan pacu di bandara tersebut tertutup oleh hujan abu yang tebal akibat letusan Gunung Kelud, Kediri (13/2).

“Sampai pukul 05.00 WIB, ada empat penerbangan dari Surabaya yang tertunda keberangkatannya dan satu kedatangan pesawat yang terlambat,” kata “Airport Duty Officer” Bandara Internasional Juanda, Herdiono, di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, penerbangan yang tertunda keberangkatannya adalah Citilink dengan rute penerbangan Surabaya-Jakarta dan Surabaya-Lombok, lalu Garuda Indonesia dengan rute Surabaya-Makassar dan Surabaya-Jakarta. Untuk kedatangan pesawat yang terlambat yakni armada Citilink dari Jakarta menuju Surabaya.

Sedangkan di Semarang, sebanyak dua penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju wilayah timur dibatalkan menyusul letusan Gunung Kelud.

“Ada dua penerbangan Wings Air tujuan Surabaya dan Denpasar dibatalkan,” kata General Affair and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang Anom Fitranggono.

Otoritas bandara belum bisa memastikan kapan kedua penerbangan tersebut akan kembali dibuka.(rr)