Monthly Archives: May 2018

MAJALAH POULTRY INDONESIA

Avian Influenza (AI) menunjukkan kembali keberadaannya di industri perunggasan pada akhir tahun 2017 hingga pertengahan 2018 ini. Kemunculan avian influenza atau virus flu burung ini dengan berbagai strain barunya cukup membuat resah insan perunggasan. Meski tidak tergolong ke dalam high pathogenic avian influenza (HPAI), namun strain baru ini disebut-sebut cukup mematikan meski dengan cara perlahan-lahan.

Dalam industri perunggasan, khususnya ayam, virus ini menyebar sangat cepat. Baik dari ayam ke ayam, flock ke flock, kandang ke kandang bahkan dari suatu wilayah ke wilayah lainnya.

Industri perunggasan ramai membahas H9N2 yang diduga menjadi penyebab merosotnya produksi di kandang-kandang. Meskipun saat ini H5N1 dinyatakan sebagai virus low pathogenic avian influenza (LPAI) yang dianggap tidak ganas.

avian influenza terkenal dapat menyerang beberapa jenis hewan seperti unggas dan mamalia serta berpotensi pula mengancam keselamatan manusia. Virus AI adalah virus RNA berpolaritas negatif termasuk famili orthomyxoviridae yang diklasifikasikan menjadi tipe A, B dan C berdasarkan pada antigenic protein nucleoprotein (NP) dan matrix (M1). Influenza A diklasifikasikan beberapa subtipe berdasarkan pada antigenisitas dua glikoprotein permukaan yaitu hemaglutinin (H/HA) dan neuraminidase (N/NA). Sebanyak 16 subtipe HA (H1-H16) dan 9 subtipe NA (N1-N9) pada unggas. Dua subtipe terbaru yaitu H17N10 dan H18N11 sejauh ini hanya ditemukan di spesies kelelawar pemakan buah.

Diantara semua subtipe virus influenza, subtipe H5 dan dan H7 merupakan yang paling diwaspadai karena sering menyebabkan wabah penyakit baik hewan atau manusia. Menurut Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si merupakan Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet), isolasi virus H5N1 pertama di Indonesia ditemukan pada ayam petelur di Blitar yaitu A/chicken/Indonesia/BL/2003 dan A/chicken/Indonesia/2A/2003. Jauh sebelum tahun 2003, sebetulnya virus AI sudah ditemukan di Indonesia tepatnya pada tahun 1983 yang merupakan virus LPAI yang diisolasi dari itik di Bali, Kalimantan Barat, Jawa Barat dan Jakarta. Tahun 2005 diidentifikasi bahwa penyakit H5N1 yang sudah ditemukan di unggas, ditemukan pula di manusia. Pertama virus dari mamalia dan unggas air dapat bereplikasi di babi, dan kemudian masuk ke tubuh manusia. Kedua virus dari unggas air bereplikasi di babi, kemudian ke manusia. Ketiga virus bisa langsung menyebar dari unggas ke manusia.

Selengkapnya pemustaka dapat di baca di ruang Referensi lantai III Perpustakaan Universitas Bengkulu.

TEMATIK TERPADU “BERBAGAI PEKERJAAN” UNTUK KELAS IV SD DAN MI

Buku Teks Tematik Terpadu ini di terbitkan oleh UNIB PRESS tahun 2018. Penulis dalam buku ini juga merupakan tenaga pengajar FKIP Universitas Bengkulu. Buku ini ditujukan untuk Siswa SD dan MI. Buku ini dapat menjadi sarana penunjang proses belajar siswa. Kompetensi inti dan kompetensi dasar dicapai dengan berbagai pendekatan bidang studi, dalam satu cakupan tema. Hasil belajar menjadi lebih konkret, bisa diukur dan proses belajar pastilah menyenangkan. Dalam buku ini enam mata pelajaran yang disajikan secara tematik terpadu dengan jam pelajaran sesuai dengan porsinya dalam satu minggu yaitu PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), Bahasa Indonesia, Matematika, SBDP (Seni Budaya dan Prakarya, IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Berbagai kegiatan yang kontekstual dan menyenangkan disajikan untuk mendukung proses pembelajaran menuju pencapaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam Kurikulum 2013.

 

MAJALAH TEMPO

Majalah Tempo kali ini mengulas topik utama tentang Sengketa Lahan Batu Bara di Kalimantan Selatan Melibatkan Aparat Keamanan dan Militer. Pada tahun 2010 Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum bentukan Presiden SBY mengkaji kandungan batu bara di Pulau Laut. Satgas memperkirakan cadangan batu bara di dalam perut pulau di sebelah timur kalimantan selatan itu mencapai 100 juta metrik ton yang bisa ditambang selama 40-50 tahun kedepan.

PT. Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) merupakan salah satu pemilik konsensi batu bara di Pulau Laut. Bersama tiga anak usahanya yaitu PT. Sebuku Tanjung Coal, PT. Sebuku Batubai Coal dan PT. Sebuku Sejaka Coal. PT. SILO menguasai 22 ribu hekhar lahan. Perusahaan itu baru merencanakan beroperasi 2017 lalu meski sudah mengantongi izin sejak 2010.

Lahan SILO Group di Pulau Laut bersebelahan dengan kebun PT. Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) miliki Syamsuddin melalui Jhonlin Group berkongsi dengan PT. Inhutani II. MSAM mendapat izin perkebunan sawit seluas 11.500 hektar pada 2013 yang beririsan dengan lahan SILO yang merupakan pangkal perseteruan SILO dengan  Syamsuddin.

Syamsuddin dikenal sebagai kerabat Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. Pada pertengahan tahun 2017, MSAM mulai menanami kebunnya dengan sawit dengan dikawal pasukan Brimob Polri termasuk di lahan yang tumpang tindih. SILO keberatan karena menganggap daerah tersebut masuk wilayah konsensinya.

Grup SILO lalu mencari cantolan ke tentara. Pada September 2017 lalu, bekas Komandan Jendral Kopassus, Soenarko diangkat menjadi direktur utama SILO Group. Menurut Soenarko, ia masuk ke SILO karena diminta Gatot Nurmantyo yang saat itu masih menjabat Panglima TNI. Gatot bercerita bahwa ada perusahaan yang dizalimi pemerintah daerah.

Kepala Polda Kalimantan Selatan Rachmat Mulyana mengakui situasi di perbatasan lahan MSAM dengan SILO Group sempat memanas menjelang akhir 2017.

Untuk ulasan lengkapnya, pemustaka dapat membacanya di Ruang Referensi lantai III Perpustakaan UNIB.